Ragam budaya yang begitu nyata dan kental tertuang dalam sebuah imajinasi. Imajinasi akan keindahan yang akan didapati saat kita tengah memerlukannya. Aku pernah berfikir untuk apa aku ada disini, untuk apa keluarga ku ada untukku dan untuk apa mereka semua hadir dalam hidupku. Hal itu pun terjawab dikala sepi datang menyapa hariku, dikala kesedihan mendatangiku dan dikala masalah yang teramat berat harus aku alami sendiri, ini masalahku.. masalahku tentang waktu.
Pernah aku merasakan kehilangan yang teramat mendalam saat aku harus kehilangan ayah, sosok manusia yang teramat kusayangi. Aku menyayanginya, dalam setiap hariku kini tak akan pernah ada sosok yang dapat menggantikan ayah, ayah aku merindukanmu. merindukan tiap detik ceritamu tentang dirimu dulu, tentang kegagahanmu mengalahkan pahitnya medan kehidupan. Aku bangga dan menyayangimu ayah. akan kutuliskan kisahmu untukku...
Sejak kepindahan rumah kami beberapa hari lalu, aku selalu megurung diri dikamar ku sepulang sekolah. Aku tinggal bersama mama ku dan kakak laki-laki ku, hanya kami bertiga yang menempati rumah tersebut, rumah diujung jalan dengan halaman yang cukup luas. sejak kepergian ayahku setahun lalu, aku jadi anak yang sangat pendiam, aku enggan bercengkrama bersama kakak ataupun mama, aku lebih banyak diam mendengarkan mereka bercerita, bagiku cerita mereka tidak menarik. tidak semenarik cerita ayah.
to be continued....